Jalan Desa Jembayan Loa Kulu Kembali Longsor Hingga 1 Meter
(Kondisi longsor di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Loa
Kulu yang semakin parah/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Longsor yang terjadi di jalan raya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin parah.
Dari pantauan langsung Poskotakaltimnews dilokasi , dampak jalan longsor sangat mempengaruhi konektivitas masyarakat yang akan melintasi jalan tersebut , terlebih jalan ini merupakan jalur utama (jalan lintas nasional) bagi masyarakat.
Kepala Dusun Margasari Desa Jembayan, Herudi saat ditemui awak media Senin (23/9/2024) menjelaskan kondisi jalan longsor mengalami pergeseran tanah atau abrasi secara bertahap.
“Secara bertahap saya melaporkan terus kondisi abrasi ini, di hari pertama memiliki kedalaman 20 cm, hari kedua 45 cm, hari ketiga 85 cm dan hingga hari ini 1 meter lebih.” ungkap Herudi sembari menunjukan lokasi longsor.
Selain longsor, ia juga mengtakan penyebab adanya genangan air pada jalan yang longsor yakni disebabkan, adanya patahan di tengah jalan yang terkena pipa PDAM, sehingga membuat genangan air timbul. Sehingga masyarakat sekitar terdampak kesulitan mencari air bersih lantaran PDAM yang menjadi sumber air bersih untuk sehari-hari. Tidak mengalir lagi selama longsor yang terhitung parah ini.
“Longsor ini membawa banyak dampak bagi masyarakat, khususnya yang hendak ke Loa Janan atau Samarinda dari Loa Kulu. Karena mengganggu mobilitas dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang dijadikan satu jalur. Namun dampak lain juga dirasakan ratusan warga RT 4 dan 20 di desa ini.” katanya.
“ Seperti mati air, yang telah berlangsung selama empat hari ini. Sehingga membuat warga kami harus mencari alternatif lain untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka. Jadi untuk sementara ini mereka harus mencari keperluan air dari tempat lain,” sambungnya.
Rudi menyayangkan, kondisi longsor yang semakin parah karena ulah oknum yang membiarkan kendaraan bermuatan lebih lewat saat tengah malam.
“Padahal, pemerintah desa (Pemdes) Jembayan telah memberi himbauan di sosial media maupun memasang baliho peringatan agar tidak melalui jalan ini. Dikarenakan adanya perbaikan yang dilakukan dan abrasi yang sedang terjadi.” katanya.
Untuk itu, saat ini Rudi memastikan pemerintah desa (Pemdes) telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Pemkab Kukar, Pemprov Kaltim dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Koordinasi ini diperlukan untuk mencari Solusi. Mengingat jika jalan tidak ditutup, maka jalan akan semakin parah. Pihak BBPJN, juga akan memfasilitasi Solusi ini. karena jalan ini statusnya nasional.” Terangnya
Ia juga menambahkan pihaknya masih mencari jalur alternatif untuk kendaraan roda enam keatas. Sebab apabila jalur tersebut ditutup tentu menghambat perekonomian masyarakat sekitar. (tan)